
Lombok Barat, 9 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Berbasis Komunitas (Pelatihan SIBAT) yang berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Juli 2026, bertempat di Hotel Jayakarta Lombok.Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari unsur masyarakat di empat desa sasaran, yaitu Desa Taman Baru, Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, dan Desa Persiapan Empol, serta perwakilan Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam upaya kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana, serta penanganan kedaruratan di tingkat komunitas.
Selama pelatihan, para peserta memperoleh berbagai materi dan praktik lapangan yang meliputi konsep dasar kesiapsiagaan bencana, asesmen risiko berbasis masyarakat, sistem peringatan dini, pertolongan pertama, evakuasi, manajemen posko, komunikasi darurat, hingga penyusunan rencana aksi komunitas dalam menghadapi potensi bencana.
Seluruh proses pembelajaran difasilitasi oleh tim fasilitator terlatih dan berlisensi dari Markas PMI Kabupaten Lombok Barat, yang telah memiliki kompetensi dalam bidang kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Metode pelatihan dikemas secara partisipatif melalui diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, dan praktik langsung sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing.
Ketua PMI Kabupaten Lombok Barat Bapak Haris Karnain menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan kapasitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang dalam membangun desa yang tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Masyarakat merupakan pihak pertama yang berada di lokasi ketika bencana terjadi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis agar penanganan awal dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sebelum bantuan dari luar datang,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Aksi Antisipatori (Anticipatory Action Programme) yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui Australian Red Cross, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Program ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana melalui pendekatan antisipatif, sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Melalui dukungan program ini, PMI Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat kapasitas relawan dan masyarakat desa agar mampu menjadi pelaku utama dalam upaya pengurangan risiko bencana, respons kemanusiaan, serta membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.
Di akhir pelatihan, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di desanya masing-masing dengan mengembangkan jejaring SIBAT, menyusun rencana kesiapsiagaan desa, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen PMI Kabupaten Lombok Barat dalam menjalankan mandat kemanusiaan melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai ujung tombak kesiapsiagaan dan respons bencana berbasis komunitas.
#PMIKabupatenLombokBarat #SIBAT #AksiAntisipatori #AnticipatoryAction #AustralianRedCross #PalangMerahIndonesia #DesaTangguh #KesiapsiagaanBencana #LombokBarat #UntukKemanusiaan
kontributor : umam
